Kasus dugaan penipuan wedding organizer (WO) di Cipayung kembali menjadi perhatian publik. Pemilik WO tersebut akhirnya buka suara. Ia menyatakan siap menjual beberapa aset pribadinya untuk mengganti kerugian para klien. Langkah ini ia ambil karena tekanan terus meningkat, terutama setelah lebih banyak korban melapor.
Kasus ini mencuat setelah beberapa pasangan melaporkan kegagalan layanan. Banyak klien mengaku tidak menerima layanan sesuai janji, padahal mereka sudah membayar penuh. Karena laporan terus bertambah, situasi ini berkembang menjadi masalah serius. Bahkan, warga sekitar mengaku terkejut karena usaha itu sebelumnya terlihat sangat sukses.
Pemilik WO: “Saya Siap Bertanggung Jawab”
Pemilik WO akhirnya menyampaikan pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak berniat melarikan diri. Ia juga menyatakan bahwa ia ingin menyelesaikan masalah ini secepat mungkin. Karena itu, ia siap menjual aset, termasuk kendaraan dan perabotan rumah.
Menurut pengakuannya, proses pengembalian dana akan dilakukan bertahap. Ia menyebutkan bahwa kondisi keuangan usahanya sedang terpuruk. Meski begitu, ia tetap ingin mengambil langkah aktif agar para klien tidak menunggu terlalu lama.
Laporan Korban Terus Bertambah
Kasus ini tidak berhenti pada satu atau dua laporan saja. Justru, setiap hari muncul keluhan baru. Banyak korban mengaku sudah mencoba menghubungi pihak WO, tetapi tidak mendapat jawaban jelas. Karena itu, mereka memilih membuat laporan resmi.
Situasi ini membuat aparat kepolisian ikut turun tangan. Walau demikian, proses hukum berjalan sambil menunggu bukti tambahan dan pendalaman kronologi. Polisi juga mendorong semua korban untuk melapor agar data kerugian bisa dicatat dengan tepat.
Tanggapan Tetangga: “Kami Tidak Menyangka”
Beberapa tetangga juga merasa terkejut. Mereka mengatakan bahwa WO itu terlihat stabil dan cukup ramai. Bahkan, usaha tersebut sering terlihat menangani berbagai acara. Karena itu, warga tidak menyangka bahwa di balik kesuksesan itu ada masalah besar.
Kendati demikian, mereka berharap pemilik usaha bisa menyelesaikan tanggung jawabnya. Mereka juga mengingatkan bahwa kasus seperti ini sering terjadi karena manajemen yang tidak teratur.
Harapan Korban: Pengembalian Dana yang Jelas
Di sisi lain, korban hanya berharap uang mereka segera kembali. Banyak pasangan mengaku tertekan karena tabungan menikah hilang. Beberapa dari mereka juga sudah harus menjadwalkan ulang pernikahan, yang tentu menambah beban biaya.
Korban berharap pemilik WO menepati janjinya. Mereka ingin proses pengembalian berjalan transparan dan memiliki batas waktu yang jelas. Meskipun begitu, sebagian korban mengaku sedikit lega setelah pemilik WO menyatakan kesediaannya menjual aset pribadi.
Kesimpulan
Kasus WO Cipayung menjadi pelajaran penting bagi banyak pihak. Calon pengantin perlu lebih hati-hati memilih penyedia layanan. Di sisi lain, pelaku usaha harus menjaga kepercayaan klien karena reputasi menjadi modal utama. Meskipun situasi ini rumit, langkah pemilik WO menjual aset dianggap sebagai upaya positif untuk menyelesaikan masalah.
Kasus ini diharapkan segera tuntas sehingga para korban bisa memperoleh kepastian. Selain itu, masyarakat juga menunggu perkembangan penyelidikan kepolisian untuk mengetahui apakah ada pelanggaran lain yang lebih besar.
